-Bild von Chemie-

-Bild von Chemie-
"The most beautiful thing we can experience is the mysterious. It is the source of all art and scien"-----"it is not enough to have a goog mind, the main thing is to use it well"
Jadwal Waktu Shalat Wilayah Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Jadwal Waktu Shalat Wilayah Semarang

"Selalu ada Allah SWT, maka berharaplah kepada-Nya" (Kasmui@Allah.SWT)
Home

Sabtu, 22 November 2014

HIDROKARBON DAN MINYAK BUMI Part 3

Standard


a. Isomer pada alkana
Perhatikan senyawa hidrokarbon berikut.

 


Bagaimana rumus molekul ketiga senyawa di atas? Keadaan di atas disebut isomer, Isomer adalah suatu keadaan di mana senyawa-senyawa mempunyai rumus molekul sama, tetapi rumus strukturnya berbeda. Perbedaan tersebut terletak pada bentuk kerangka rantai karbonnya, sehingga ketiganya disebut merupakan isomer kerangka atau isomer struktur. Bagaimana pemberian nama ketiga senyawa di atas?
 
b. Tata Nama Alkana
Tata nama alkana mengacu pada tata nama IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry). Nama yang diturunkan dengan aturan ini disebut nama sistematik atau nama IUPAC, sedangkan nama yang sudah biasa digunakan sebelum tata nama IUPAC tetap digunakan dan disebut dengan nama biasa, nama pasaran, atau nama trivial.
1) Rantai lurus, diberi awalan n- (normal)
2) Rantai tertutup, diberi awalan siklo
3) Rantai bercabang
Nama alkana bercabang terdiri dari dua bagian, yaitu:
a) Bagian depan menunjukkan nama cabang.
b) Bagian belakang menunjukkan nama rantai induk.
Contoh: 2-metil butana, sebagai cabang adalah 2-metil, rantai induknya butane


Rantai induk adalah rantai terpanjang dalam senyawa. Rantai induk diberi nama alkana sesuai dengan panjang rantainya.
 

Cabang merupakan gugus alkil (R), yaitu alkana yang telah kehilangan satu atom H. Gugus alkil dapat dirumuskan CnH2n+1. Berikut ini beberapa gugus alkil yang biasa digunakan.
Posisi cabang dinyatakan dengan awalan angka. Untuk itu rantai induk perlu diberi nomor. Penomoran dimulai dari salah satu ujung rantai induk sedemikian hingga posisi cabang mendapat nomor terkecil.
Jika terdapat dua atau lebih cabang yang sama, dinyatakan dengan awalan di, tri, tetra, penta, dan seterusnya pada nama cabang.
 

Cabang-cabang yang berbeda disusun sesuai urutan abjad dari nama cabang itu. Misal etil ditulis terlebih dahulu daripada metil.
Berikut contoh pemberian nama pada alkana
 

1 komentar:

  1. menarik sekali,, terimakasih atas informasinya.. sangat bermanfaat dan menambah wawasan tentunya.. thanks for sharing . nice post

    ST3 Telkom

    BalasHapus